1. Minimalkan Program StartUp Windows
- Tekan tombol Windows + R » untuk Windows XP, Vista dan 7 ketik “msconfig” (tanpa petik) dan tekan enter. Sesudah System Configuration muncul klik pada tab “Startup”. Di sini akan terlihat daftar program start up, pilih program yang akan dinonaktifkan dengan uncheck atau jangan contreng pada ceklis di pinggirnya » Apply + OK.
- Pengguna Windows 8, Tekan tombol Esc + Shift + Control (shortcut untuk membuka task manager), setelah task manager muncul klik tab Startup, cari program yang ingin dimatikan dan jangan lupa klik apply.
2. Matikan Windows Services yang Tak Dipakai
Cara mendisable windows service yang tidak diperlukan ini mudah saja, tekan tombol Start + R ketik services.msc, setelah daftar Windows service terbuka klik dua kali nama service dan pada opsi startup type pilih “disabled” lalu klik OK dan selesai. Adapun berikut adalah beberapa Windows Service yang patut Anda pertimbangkan untuk didisable atau dinonaktifkan:
- Device Setup Manager: Jika Anda tidak berencana menginstal software baru, maka ada baiknya service ini dinonaktifkan.
- Diagnostic Policy Service: service ini hanya berguna mendiagnostik masalah umum komputer, menurut saya pribadi service ini tidak begitu diperlukan toh solusi permasalahan komputer dewasa ini dapat ditemukan dengan mudah dari internet.
- Distributed Link Tracking Client: Hanya dipakai jika komputer terhubung dalam jaringan saja.
- Function Discovery Resource Publication: Sama halnya dengan service sebelumnya (network only).
- IP Helper: Hanya dipakai dalam konektivitas tunnelling IPv6.
- Offline Files: Cara kerjanya seperti offline cache pada browser, matiin aja deh.
- Program Compatibility Assistant Service: Sesuai dengan namanya, hanya memantau kompatibilitas program.
- Performance Logs & Alerts: Hanya mencatat log performa komputer (baca juga Software Test Performa Komputer).
- Print Spooler: Jika komputer Anda tidak terhubung dengan printer atau tidak akan pakai printer dalam waktu dekat, maka lebih baik matikan saja service ini.
- Remote Registry: Service ini memungkinkan orang lain memantau dan mengelola registry pada komputer kita (mending jangan yah 😆 ). Tapi ini adalah salah satu fitur baru, sama seperti fitur Remote Dekstop yang muncul pada semua Windows 8 (lihat perbandingan Windows 8, Pro, Enterprise dan Windows RT)
- Server: Sama dengan poin sebelumnya
- Secondary Logon: Jika yang pake komputer hanya Anda dan tidak ada User Account lainnya, maka lebih baik disable fitur ini. Namun lain halnya jika Anda memiliki User Account lain misalnya dengan kredensial administratror maka jangan matikan service ini. (lihat cara membuat user account administrator di windows 8)
- SSDP Discovery: Hanya dipakai dalam komputer dengan jaringan.
- Windows Error Reporting Service: Bertugas melaporkan program yang error dan membuat log saja.
- Windows Image Acquisition (WIA): Jika komputer tidak terhubung dengan scanner atau kamera, disable saja.
- Windows Search: Memproses file indexing untuk mempermudah pencarian file di komputer, namun karena proses indexingnya lama saya sarankan matikan saja servis ini. Sebagai solusinya, Anda dapat menggunakan software alternatif pencarian file windows yang lebih cepat dan lebih baik.
- Windows Time: Bertugas melakukan sinkronisasi waktu sistem dengan waktu internet secara otomatis, optional
- Windows Update: Mendownload update windows di belakang layar, hati-hati bisa memakan bandwidth dan menyita data internet kita. Anda bisa mematikan service ini dan sebagai alternatifnya Anda dapat melakukan Windows Update secara manual.
3. Pilih Antivirus yang Ringan dan Tepat
Menurut pengalaman saya antivirus yang ringan diantaranya: Eset, Panda, Avast, atau Avira.
4. Jalankan ReadyBoost
Meskipun pengaruhnya tidak begitu besar, untuk beberapa kasus cara ini bisa meningkatkan waktu load sampai 75%. Kamu akan banyak mendapatkan pengaruh jika menggunakan komputer dengan RAM kecil, misalnya 2GB atau kurang. Klik kanan pada flashdisk anda, Pilih readyboost :
- 256 MB dari memory
- waktu akses dari 1 milidetik atau kurang
- kecepatan membaca sebesar 2.5 MB per detik untuk membaca setiap 4KB
- kecepatan menulis sebesar 1.75 MB per detik untuk menulis setiap 512KB
Jika USB drive kamu menggunakan format FAT32 maka kamu bisa memperoleh memory virtual sebesar 4GB, tapi jika kamu menggunakan NTFS maka kamu akan memperoleh memory virtual sebesar 32GB.
5. Gunakan Windows Task Manager
Ctrl + Shift + Esc, Lihat pemakaian yang menggunakan memori terlalu besar dan kira kira tidak penting pilih End Prosess
6. Disable atau Uninstall Software yang Tidak Perlu
Windows 7 : Ctrl + R ketik msconfig Enter
Windows 8 : Ctrl + Shift + Esc
Pemakaian yang menggunakan memori terlalu besar dan tidak penting pilih Disable
7. Abaikan Tampilan dan Tingkatkan Performa
Cari kalimat di start search "Adjust the appearance and performance of Windows"
Pilih Adjust Best Performance hilangkan tanda centang semua.
8. Jangan Ngecas battrai sambil di hidupkan komputernya
Ini memang sedikit konyol tapi kemingkinan komputer akan terasa panas dan menyebabkan komputer lelet bahkan restar sendiri karena terlalu panas, Luangkan waktu untuk mengcasnya tanpa mengidupkan PC.
9. Ganti kapasitas RAM
Ini cara terakhir untuk meningkatkan performa ram anda.
Demikian tips dari saya semoga dapat membantu....



Work Gan
BalasHapusok sip
Hapus